MUHASABAH
Suka atau tidak suka, mau ataupun tidak mau, diakui ataupun tidak diakui bahwa sesungguhnya sifat-sifat yang tidak terpuji pada diri manusia itu sangat banyak sekali, diantara sifat-sifat yang tidak terpuji itu misalnya, Sombong, kagum terhadap diri sendiri, bohong, khiayanat, buruk sangka, menghina, memfitnah, mentertawakan, dengki, marah, bersikap keras, riya' lalai dan masih banyak lagi yang lainnya. Oleh karenanya suatu kewajiban bagi manusia itu sendiri untuk selalu meneliti dirinya agar jangan sampai sifat-sifat jahat tersebut bersarang didalam hatinya dan hendaklah selalu berusaha dengan sekuat-kuatnya untuk menghilangkan sifat-sifat tercela itu.
Rasulullah salallah alaihi wasalam bersabda :
عن انس رضي الله عنه قل: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طوب لمن شغله عيبه عن عيوب الناس
"Anas ra berkata" Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda, "Berbahagialah bagi orang-orang yang senantiasa diingatkan oleh cela ('Aibnya) sendiri dari pada cela atau 'aibnya orang lain". (HR Al Bazar dengan sanad hasan)
Mengoreksi diri sendiri sangat erat hubunganya dengan tobat kepada Allah Azza wajalla, karena sebaik-baik manusia pasti masih mempunya kesalahan ataupun dosa, baik sedikit ataupun banyak, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Maka ketika dia ingat akan kesalahan tersebut hendaklah segera dia bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Azza wajalla dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dihari-hari berikutnya.
Untuk mengoreksi diri kita sendiri, banyak jalan yang dapat kita tempuh dan agar kita tahu kesalahan apa yang kita lakukan, maka kita wajib belajar dan menimba ilmu, karena tanpa ilmu pengetahuan kita tidak akan mampu mengetahui cela diri kita sendiri, kita harus pandai-pandai menilik hati, dari segi mana hati kita yang terkena penyakit dan kalau hati kita sudah terserang, maka kita harus segera mencarikan obat penawarnya, jangan sampai kita menuruti hawa nafsu, karena ia hanya akan membawa kita kepada kemaksiatan belaka.
Firman Allah Azza wajalla :
وامامنخف مقام ربه ونهى النفس عنالهوى, فان الخنة هي المأوى
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhanya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya". (QS An Naziat : 40-41)
Untuk menggapai itu, maka kita harus benar-benar selalu harus mengoreksi segala kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita masing-masing, karena tanpa itu kita sulit merubah sifat-sifat yang tercela yang ada pada diri kita, karena Shalat lima waktu sehari semalam, Zakat dan berpuasa dibulan Ramadhan terkadang tidak mampu memperbaiki Akhlak dan kepribadian seseorang, oleh karenanya sangat dibutuhkan koreksi yang berkesinambungan untuk dapat melakukan perubahan-perubahan kearah perbaikan diri.
Firman Allah Azza wajalla :
يا ايها الذين امنوا اتقوا الله ولتنصر نفس مقدمت لغد واتقوا الله ان الله خبير بما تعملون
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) ; dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS Al Hasyr : 18)
Semoga Artikel yang pendek ini ada manfaatnya untuk kita semua. Aamiin
Rasulullah salallah alaihi wasalam bersabda :
عن انس رضي الله عنه قل: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طوب لمن شغله عيبه عن عيوب الناس
"Anas ra berkata" Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda, "Berbahagialah bagi orang-orang yang senantiasa diingatkan oleh cela ('Aibnya) sendiri dari pada cela atau 'aibnya orang lain". (HR Al Bazar dengan sanad hasan)
Mengoreksi diri sendiri sangat erat hubunganya dengan tobat kepada Allah Azza wajalla, karena sebaik-baik manusia pasti masih mempunya kesalahan ataupun dosa, baik sedikit ataupun banyak, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Maka ketika dia ingat akan kesalahan tersebut hendaklah segera dia bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Azza wajalla dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dihari-hari berikutnya.
Untuk mengoreksi diri kita sendiri, banyak jalan yang dapat kita tempuh dan agar kita tahu kesalahan apa yang kita lakukan, maka kita wajib belajar dan menimba ilmu, karena tanpa ilmu pengetahuan kita tidak akan mampu mengetahui cela diri kita sendiri, kita harus pandai-pandai menilik hati, dari segi mana hati kita yang terkena penyakit dan kalau hati kita sudah terserang, maka kita harus segera mencarikan obat penawarnya, jangan sampai kita menuruti hawa nafsu, karena ia hanya akan membawa kita kepada kemaksiatan belaka.
Firman Allah Azza wajalla :
وامامنخف مقام ربه ونهى النفس عنالهوى, فان الخنة هي المأوى
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhanya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya". (QS An Naziat : 40-41)
Untuk menggapai itu, maka kita harus benar-benar selalu harus mengoreksi segala kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita masing-masing, karena tanpa itu kita sulit merubah sifat-sifat yang tercela yang ada pada diri kita, karena Shalat lima waktu sehari semalam, Zakat dan berpuasa dibulan Ramadhan terkadang tidak mampu memperbaiki Akhlak dan kepribadian seseorang, oleh karenanya sangat dibutuhkan koreksi yang berkesinambungan untuk dapat melakukan perubahan-perubahan kearah perbaikan diri.
Firman Allah Azza wajalla :
يا ايها الذين امنوا اتقوا الله ولتنصر نفس مقدمت لغد واتقوا الله ان الله خبير بما تعملون
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) ; dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS Al Hasyr : 18)
Semoga Artikel yang pendek ini ada manfaatnya untuk kita semua. Aamiin
Komentar
Posting Komentar