KENAPA PEMBAHAGIAN REZKI MANUSIA ITU TIDAK SAMA?
Kita sebagai umat Islam hendakla menanamkan keyakinan yang sedalam-dalamnya kepada diri kita masing-masing, bahwa Allah azza wajalla mempunyai hikmah yang sangat agung dalam menciptakan segala sesuatu, menetapkan taqdir bagi semua makhluknya, memberikan kemudahan Rezeki kepada sebahagiaan orang dan menyempitkan kepada sebahagiaan yang lain. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tentu mempunyai tujuan tertentu dan menghendaki kebaikan-kebaikan masing-masing pada kendalinya (taqdirnya) tersebut.
Dalam pembahagiaan Rezeki yang berbeda-beda itu, tentu Allah Azza wajalla mempunyai hikmah yang sangat indah dan agung. Diantaranya adalah agar hamba-hambanya mengetahui dan menyadari bahwa Allah Azza wajalla yang mengatur segala perkara dan ditanganyalah pengaturan langit dan bumi, Allah Azza wajalla melapangkan yang satu dan menyempitkan untuk yang lain tanpa ada yang mampu menghalangi qadha dan Takdirnya.
له مقاليد السماوالارض يبسط الرق لمن يشاءويقدر إنه بكل شيءعليم
"Kepunyaanyalah perbendaharaan langit dan bumi. dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakinya dan menyempitkanya. Sesungguhnya dia maha mengetahui segala sesuatu". (Asy-Syura : 12)
Dengan menyadari ini semua, maka diharapkan kepada sikaya agar tidak berlaku congkak, sombong, angkuh dan juga kikir ataupun bakhil, dan sebaliknya bagi yang ekonominya masih serek atau sempit jangalah merasa rendah diri, karena pada dasarnya kedudukan manusia disisi Allah Azza wajalla tidaklah diukur dengan banyaknya harta.
Firman Allah Azza wajalla :
ان اكرمكم عند الله اتقاكم
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu". (Al-Hujarat. 13)
Dan Rasulullah 'alaihi wasallam bersabda :
انالله ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظرإلى قلوبكم وأعمالكم
"Seeungguhnya Allah Azza wajalla tidak melihat kepada bentuk rupawan kalian, juga tidak melihat kepada harta benda kalian, akan tetapi Allah Azza wajalla hanya melihat kepada amal perbuatan dan hati kalian"
Adapun hikmah yang terkandung yang dapat kita ambil dari pembahagiaan rezeki yang berbeda-beda kadarnya itu antara lain adalah agar manusia dapat mengambil pelajaran dan mengetahui bahwa kehidupan akherat juga akan berbeda-beda tingkatanya sebagaimana kehidupan dunia.
Didunia ini ada yang tinggal dalam Istanah megah dan kokoh, memiliki kendaraan yang mewah, memiliki harta yang fantastis, kehidupan yang bergelimang harta, dia dan semua anggota keluarganya serta anak-anaknya hidup senang, bahagia dan serba berkecukupan dan tak kurang suatu apapun juga. Ada juga yang kehidupannya menengah, namun tidak jarang juga kita melihat ditengah-tengah kita banyak pula orang-orang yang serba dalam kesusahan, tidak memiliki tempat untuk berteduh, tidak mempunyai harta benda dan bahkan ada yang hidup sebatang kara tidak punya keluarga, harta, anak istri dan sanak saudara.
Begitu pula dengan kehidupan diakhirat, Allah Azza wajalla mengingatkan bahwa perbedaan derajat diakhirat nanti akan lebih besar dan kekal abadi.
Firman Allah Azza wajalla :
انظر كيف فضلنا بعضهم علي بعض وللاخرةأكبر درجات وأكبر تفضيلا
"Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatanya dan lebih besar keutamaanya". (Al-Isra' : 21)
Dengan ayat ini kita dapat mengambil hikmah bahwa kehidupan Akhirat Jauh lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya. Dari itu seyogyannyalah kita berlomba-lomba untuk menggapai derajat yang tinggi dan kehidupan yang kekal tersebut, karena akan lebih baik dan lebih sempurna hasilnya.
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa hikmah dari pembagian rezeki yang tidak merata itu adalah agar yang kaya dapat mengetahui nilai nikmat yang dikaruniakan Allah Azza wajalla kepada dirinya dan bersyukur kepadanya dengan menunaikan segala kewajibanya kepada Allah Azza wajalla maupun kewajibanya terhadap sesama manusia, sehingga ia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur dan harta kekayaanya akan menjadi kebaikan baginya didunia dan akhirat.
Begitu pula bagi yang pembagian rezekinya masih seret atau sempit, ia harus menyadari dan meyakini bahwa bentuk kekurangan yang Allah Azza wajalla timpakan kepadanya itu adalah sebagai bentuk ujian untuk dirinya, akankah ia bersabar atau bagaimana?, maka jika ia bersabar dalam menghadapi ujian itu Insya'Allah dia akan memperoleh derajat orang-orang yang bersabar dan orang yang bersabar akan mendapatkan balasan yang sempurna diakhirat nanti. Allah Azza wajalla berfirman :
انما يوف الصابرون أجرهم بغير حساب
"Sesungguhnya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Az-Zumar : 10)
Semoga tulisan ini ada manfaatnya Aamiin
Dalam pembahagiaan Rezeki yang berbeda-beda itu, tentu Allah Azza wajalla mempunyai hikmah yang sangat indah dan agung. Diantaranya adalah agar hamba-hambanya mengetahui dan menyadari bahwa Allah Azza wajalla yang mengatur segala perkara dan ditanganyalah pengaturan langit dan bumi, Allah Azza wajalla melapangkan yang satu dan menyempitkan untuk yang lain tanpa ada yang mampu menghalangi qadha dan Takdirnya.
له مقاليد السماوالارض يبسط الرق لمن يشاءويقدر إنه بكل شيءعليم
"Kepunyaanyalah perbendaharaan langit dan bumi. dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakinya dan menyempitkanya. Sesungguhnya dia maha mengetahui segala sesuatu". (Asy-Syura : 12)
Dengan menyadari ini semua, maka diharapkan kepada sikaya agar tidak berlaku congkak, sombong, angkuh dan juga kikir ataupun bakhil, dan sebaliknya bagi yang ekonominya masih serek atau sempit jangalah merasa rendah diri, karena pada dasarnya kedudukan manusia disisi Allah Azza wajalla tidaklah diukur dengan banyaknya harta.
Firman Allah Azza wajalla :
ان اكرمكم عند الله اتقاكم
"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu". (Al-Hujarat. 13)
Dan Rasulullah 'alaihi wasallam bersabda :
انالله ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظرإلى قلوبكم وأعمالكم
"Seeungguhnya Allah Azza wajalla tidak melihat kepada bentuk rupawan kalian, juga tidak melihat kepada harta benda kalian, akan tetapi Allah Azza wajalla hanya melihat kepada amal perbuatan dan hati kalian"
Adapun hikmah yang terkandung yang dapat kita ambil dari pembahagiaan rezeki yang berbeda-beda kadarnya itu antara lain adalah agar manusia dapat mengambil pelajaran dan mengetahui bahwa kehidupan akherat juga akan berbeda-beda tingkatanya sebagaimana kehidupan dunia.
Didunia ini ada yang tinggal dalam Istanah megah dan kokoh, memiliki kendaraan yang mewah, memiliki harta yang fantastis, kehidupan yang bergelimang harta, dia dan semua anggota keluarganya serta anak-anaknya hidup senang, bahagia dan serba berkecukupan dan tak kurang suatu apapun juga. Ada juga yang kehidupannya menengah, namun tidak jarang juga kita melihat ditengah-tengah kita banyak pula orang-orang yang serba dalam kesusahan, tidak memiliki tempat untuk berteduh, tidak mempunyai harta benda dan bahkan ada yang hidup sebatang kara tidak punya keluarga, harta, anak istri dan sanak saudara.
Begitu pula dengan kehidupan diakhirat, Allah Azza wajalla mengingatkan bahwa perbedaan derajat diakhirat nanti akan lebih besar dan kekal abadi.
Firman Allah Azza wajalla :
انظر كيف فضلنا بعضهم علي بعض وللاخرةأكبر درجات وأكبر تفضيلا
"Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatanya dan lebih besar keutamaanya". (Al-Isra' : 21)
Dengan ayat ini kita dapat mengambil hikmah bahwa kehidupan Akhirat Jauh lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya. Dari itu seyogyannyalah kita berlomba-lomba untuk menggapai derajat yang tinggi dan kehidupan yang kekal tersebut, karena akan lebih baik dan lebih sempurna hasilnya.
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa hikmah dari pembagian rezeki yang tidak merata itu adalah agar yang kaya dapat mengetahui nilai nikmat yang dikaruniakan Allah Azza wajalla kepada dirinya dan bersyukur kepadanya dengan menunaikan segala kewajibanya kepada Allah Azza wajalla maupun kewajibanya terhadap sesama manusia, sehingga ia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur dan harta kekayaanya akan menjadi kebaikan baginya didunia dan akhirat.
Begitu pula bagi yang pembagian rezekinya masih seret atau sempit, ia harus menyadari dan meyakini bahwa bentuk kekurangan yang Allah Azza wajalla timpakan kepadanya itu adalah sebagai bentuk ujian untuk dirinya, akankah ia bersabar atau bagaimana?, maka jika ia bersabar dalam menghadapi ujian itu Insya'Allah dia akan memperoleh derajat orang-orang yang bersabar dan orang yang bersabar akan mendapatkan balasan yang sempurna diakhirat nanti. Allah Azza wajalla berfirman :
انما يوف الصابرون أجرهم بغير حساب
"Sesungguhnya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Az-Zumar : 10)
Semoga tulisan ini ada manfaatnya Aamiin

Komentar
Posting Komentar