KEIKHLASAN DALAM BERIBADAH

Islam dibangun atas lima pilar dasar, iaitu : bersyahadat, shalat lima waktu, Zakat, Puasa dibulan Ramadhan dan Haji bagi yang mampu. untuk dapat malaksanakan itu semua, maka wajib mendahului dengan memurnikan niat yang tulus dan ikhlas kepada Allah Azza wajalla, karena dengan niat yang benar-benar ikhlaslah yang menjadi ruh dari segala ibadah yang kita lakukan. Amal ibadah yang tidak mempunyai ruh ia akan tertolak oleh Allah Azza wajalla.
ومآامروآالاليعبدواالله مخلصين له الدين
"Dan mereka tidak diperintah, kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agamanya". (Al Bayinah 5)
Dan sabda Rasulullah salallahu alaihi wasalam :
لايقبل الله من العمل الاماكان له خالصاوبتغي به وخهه
"Allah tidak menerima amalan, melainkan yang hanya mencari keridhaan Allah Azza wajalla semata". (HR Ibnu Majah)
Dengan ayat dan hadits diatas maka jelaslah bagi kita bahwa yang menjadi dasar ataupun ruh dalam setiap ibadah adalah keikhlasan hati dalam melaksanakan ibadah itu sendiri.
Tentang amalan yang ikhlas tersebut pernah digambarkan oleh rasulullah salallahu alaihi wasalam dalam haditsnya yang cukup panjang, yang artinya lebih kurang demikian, "Manusia yang pertama-tama akan dikenakan pertanyaan di yaumil akhir nanti ialah tiga orang. Pertama ialah orang yang diberi Allah ilmu pengetahuan. Pada waktu itu nanti Allah berfirman : "Apakah yang telah engkau perbuat dengan ilmu yang engkau ketahui itu?" ia menjawab, "Ya Rabbi dengan ilmu hamba itu, hambah bangun ditengah malam (Shalat Tahajut), hamba berjaga ditepi siang (menyiarkan kepada orang yang perlu mengetahuinya)". Allah berfirman, "engkau dusta !" malaikatpun berkata "engkau dusta! maksud engkau adalah agar disebut orang yang alim". memang demikian juga perkataan orang terhadap dirinya
Yang kedua adalah laki-laki yang diberi Allah harta benda. Maka Allah Azza wajalla berfirman padanya, "Engkau telah kami beri nikmat, apakah yang telah engkau perbuat dengan nikmat kami itu?", laki-laki itupun menjawab, "Ya Rabbi, harta benda itu telah hamba sedekahkan ditengah malam dan disiang hari", Allahpun berfirman pada laki-laki ini, "Engkau Dusta !" Malaikat-malaikatpun berkata, "Engkau dusta, maksudmu hanyalah agar dikatakan orang dermawan". Memang demikianlah yang dikatakan orang-orang terhadap dirinya.
Dan yang ketiga adalah seorang laki-laki yang terbunuh dalam perang mempertahankan agama Allah Azza wajalla, maka Allah Azza wajallapun berfirman padanya, "Apakah yang telah engkau kerjakan?" Laki-laki itupun menjawab, "Yaa Rabbi, engkau suruh hambah jihad, lalu hamba pergi kemedan perang dan mati terbunuh", Allah Azza wajallapun berfirman, "Engkau dusta !", malaikat-malaikatpun berkata "Engkau dusta", maksudmu hanyalah agar supaya dikatakan orang sang gagah berani". Memang demikianlah perkataan orang-orang terhadap dirinya. dan selanjutnya nabiyullah salallahu alaihi wasalam bersabda lagi, "Hai Abu Hurairah, mereka itulah makhluk-makhluk yang mula-mula mendapat Azab neraka jahanam dihari kiamat nanti".
Dari itu nyata sekali bagi kita bahwa yang menjadi sendi dan pokok ataupun ruh dari segala amalan adalah keikhlasan, karena walau setinggi dan sebanyak apapun Amalan yang kita lakukan tanpa didasari dengan keikhlasan, maka amalan tersebut akan menjadi sia-sia belaka. Sebuah bukti lagi adalah ketika orang-orang munafik mendatangi Rasulullah salallahu alaihi wasalam dan mengaku bahwa nabi Muhamad benar-benar Rasulullah salallahu alaihi wasalam , Maka Allah Azza wajalla menurunkan Firmanya :
اذاخءك المنفقو ن قالو يشهد انك لر سول الله والله يعلم انك لرسو له و الله يشهد ان المنفقين لكذ بون
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah' Dan Allah yang maha mengetahui bahwa kamu benar-benar Rasulnya dan Allah Azza wajallapun maha mengetahui bahwa orang-orang munafik itu adalah benar-benar orang yang pendusta". (Al Munafiqun : 1)
Sedangkan lawan dari kata Ikhlas itu adalah Isyrak yang bermakna "bercampur", maka bilamana kita melakukan ibadah, namun niatnya selain daripada karena mencari keridaan Allah Azza wajalla, misalnya karena ingin dipuji, ingin mencari popularitas atau karena ingin agar Allah memberi Rezeki yang banyak dan lain sebagainya, maka itu termasuk kedalam Isyrak atau bercampur dan inilah yang dikatakan dalam ayat dan hadits diatas amalan yang menjadi sia-sia.
انماالاعمل بالنيات وانمالكل امرئ مانوى فمنكانت هخرته الى الله ورسوله فهخرته الى الله ورسوله ومن كانت هخرته الى دنيا يصيبها اوامرأة يسكحها فهخرته الى ماها خر اليه
"Sesungguhnya sah atau tidak suatu amal, tergantung pada niat dan yang teranggap pada tiap orang ialah apa yang diniatkanya, maka siapa yang hijrah (mengungsi dari daerah kafir kedaerah Islam) semata-mata karena taat kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya diterima Allah dan Rasulnya dan barang siapa yang hijrah karena mencari keuntungan dunia semata atau karena perempuan yang dinikahinya, maka hijrahnya terhenti sebatas apa yang diniatkanya". (HR Bukhari-Muslim)
Dan pada akhirnya marilah kita selalu mengintrofeksi diri kita masing-masing, sudah benarkah niat yang tertanamkan pada diri kita, kalaulah belum mari kita perbaiki semua niat-niat kita dalam melakukan segala amal ibadah kita kepada Allah Azza wajalla Semoga kita semua akan mendapatkan keridaan dari Allah Azza wajalla dan ditempatkan ditempat yang sebaik-baik tempat kembali (surga) yang diyaumila akhir nanti.
Semoga tulisan yang singkat ini akan bermanfaat bagi kita semua, Aammiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADIAH AMALAN

HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT