Postingan

HADIAH AMALAN

ADA BANYAK PERTANYAAN DAN PERDEBATAN TENTANG HADIAH AMALAN KEPADA SIMAYIT, APAKAH HADIAH AMALAN-AMALAN TERSEBUT NYAMPEI KEPADA SIMAYIT ATAU TIDAK, HAL INI MASIH SELALU JADI PERDEBATAN DIANTARA TOKOH-TOKOH DARI KELOMPOK MEREKA MASING-MASING Bila kita berbicara tentang hadiah amalan kepada orang yang sudah meninggal dunia, maka akan kita dapatkan berbagai pertanyaan-pertanyaan dan bahkan perdebatan-perdebatan yang tak kunjung selesai, mereka dengan piawainya mengeluarkan argumen-argumen mereka masing-masing dengan berbagai dalih dan alasan yang terkadang terkesan dibuat-buat agar pendapat mereka mendapatkan pembenaran dan kebenaran. Kalau kita mau berfikir dengan akal sehat dan dengan logika yang sangat sederhana, dengan merujuk keberbagai dalil Alquran dan sunnah Rasul, maka Orang yang sudah mati itu tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan tidak akan mendapatkan pahala apa-apa lagi kecuali dari hasil perbuatanya sewaktu hidup di dunia dahulu. Misalnya, ia peroleh pahala d...

JALAN YANG BERLIKU

Gambar
KADANG KITA TERTAWA, KADANG KITA MENANGIS DAN ADA PULA SAAT-SAATNYA KITA MERASA BAHWA HANYA KITALAH ORANG YANG PALING SEMPURNA DAN BAHAGIA ATAU-PUN ORANG YANG PALING HINA DAN RENDAH ATAU-PUN PALING APES DI MUKA BUMI INI Panjang atau pendeknya perjalanan hidup anak manusia terkadang bukan diukur dari berapa lama ia hidup didunia ini, terkadang seseorang merasa betapa berat perjalanan hidup yang ia lalui karena banyaknya beban yang harus ia rasakan selama ia menjalani hidupnya sehingga walau umurnya masih cukup muda, namun ia merasakan betapa panjang dan lamanya hidup ini. Dan ada juga orang yang merasakan betapa singkatnya hidup ini, sehingga walaupun umurnya sudah "renta" namun ia merasakan hidupnya baru beberapa tahun saja dan perasaan ini mungkin dirasakan bagi orang-orang yang tidak mengalami beban hidup yang memadai, atau orang-orang yang tidak pernah merasa mempunyai beban didalam hidupnya, maka ia beranggapan hidup ini harus "Enjooy" . Inilah ...

SEMUA YANG DIPERINTAHKAN OLEH "ALLAH 'AZZA WAJALLA" ITU SEMUA UNTUK KEBAIKAN HAMBA-HAMBANYA SEMATA

Gambar
SEMUA YANG DIPERINTAHKAN "ALLAH 'AZZA WAJALLA" KEPADA HAMBANYA ADALAH UNTUK KEBAIKAN, KESEJHATERAAN, KEMAKMURAN, KEDAMAIAN DAN KETENANGAN JIWA PADA HAMBA-HAMBANYA ITU SENDIRI, ALLAH 'AZZA WAJALLA TIDAK BUTUH PADA MANUSIA SEBAGAI HAMBANYA TAPI MANUSIALAH YANG MEMBUTUHKAN "ALLAH 'AZZA WAJALLA" SEBAGAI RABBNYA Dirikanlah Shalat, bayarlah Zakat dan Ruku'lah bersama orang-orang yang ruku. Ini adalah perintah Allah yang tertuang dalam Alquranulkariem agar manusia melaksanakannya. Sesungguhnya maksud dan tujuan Allah memerintahkan manusia untuk berbuat kebaikan atau amal saleh tidak lain hanyalah untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia itu sendiri dan bukan untuk Allah. Suatu perumpamaan, bila manusia sudah belomba-lomba melakukan kemaksiatan, seperti mencuri, perzinahan, minum-minuman keras, berjudi, tidak menepati janji, khianat, berdusta dan lain-lain, yang akan hancur adalah manusia itu sendiri, maka dengan mengikuti syari'at, menjalan...

NGOBROL PERKARA IMAN

PERKARA IMAN ADALAH PERKARA YANG CUKUP RUMIT, IA GAMPANG DIUCAPKAN TAPI SULIT UNTUK DIAMALKAN, KITA PERCAYA AKAN ADANYA ALLAH, MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH, KITAB-KITABNYA, RASUL-RASUL-NYA, HARI AKHIR DAN KETENTUAN BAIK BURUKNYA, NAMUN PENGAMALAN-NYA TERKADANG MEMBUTUHKAN WAKTU YANG CUKUP LAMA, OLEH SEBAB ITU JANGANLAH MERASA BOSAN UNTUK SELALU MENGINGAT-INGAT DAN MEMPELAJARI KEMBALI TENTANG RUKU-RUKUN IMAN TERSEBUT Dalam artikel yang lalu kita telah membahas sedikit tentang rukun iman yang kedua yakni, Iman kepada Malaikat-malaikat Allah. Dalam Artikel kali ini kita akan membahas tentang rukun iman yang ketiga yaitu, Beriman kepada Kitab-Kitab Allah. Beriman kepada kitab-kitab Allah itu meliputi 4 perkara: - pertama :   Meyakini bahwa kitab-kitab tersebut diturunkan dari sisi Allah Ta'ala, sebagaimana Firmannya yang artinya : "Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunka kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah,...

NGOPI LAGII YUUUK

NGOPI LAGIII YUUUK, ALIAS NGOBROL PERKARA IMAN. PADA TULISAN YANG LALU TELAH KITA BAHAS SEDIKIT TENTANG IMAN KEPADA ALLAH DAN PADA TULISAN KALI INI KITA AKAN COBA MEMBAHAS TENTANG IMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH Rukun Iman yang kedua adalah Iman kepada Malaikat-malaikat Allah Sebagai umat Islam tentu kita wajib percaya dengan adanya para Malaikat-malaikat Allah, percaya atau pun beriman kepada para malaikat adalah, Meyakini dengan sesungguhnya bahwa malaikat itu benar-benar ada dan kita mempercayainya itu dari berita-berita Alquran dan as-Sunah. Di dalam Alquran Allah berfirman yang artinya: "Dan malaikat-malaikat yang di sisi-nya, mereka tidak merasa sombong untuk menyembah-nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tidak henti-hentinya." (QS. Al-Anbiyaa' : 19-20) Dan begitu juga Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Para Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, seda...

NGOPI YUUUK

YUK NGOPI YUUK. TAPI INGAT LHO NGOPI DISINI BUKAN BERARTI MENIKMATI HIDANGAN KOPI PANAS, DISINI YANG KITA MAKSUDKAN DENGAN NGOPI ADALAH : "NGOBROL PERKARA IMAN" Berbicara tentang keImanan maka kita tidak bisa lepas dari rukun-rukun iman yang telah ditetapkan dalam Islam. Sebagaimana yang telah kita pahami bahwa rukun iman itu ada enam Perkara, hal ini diambil Dari Hadits Rasulullah Salallahu Alaihi wassalam. Pertama          : Iman kepada Allah kedua              : Iman kepada Malaikat Allah  Ketiga             : Iman kepada Kitab-kitab Allah Keempat         : Iman kepada Rasul Allah Kelima            : Iman kepada Hari akhir dan Keenam          : Iman kepada qadha dan qadar (ketentuan baik ataupun buruk). Beriman kepada Allah itu artinya kita harus benar-benar meyakini bahwa semua makhluk yang ad...

PERSAUDARAAN DIBAWAH PANJI-PANJI ISLAM

UKHUWA ISLAMIAH AKAN DAPAT TERJALIN DENGAN JALAN MENGAMALKAN ALQURAN DAN SUNAH RASUL YANG BENAR  Ukhuwa Islamiah adalah persaudaraan dibawah naungan dan panji-panji Islam, untuk membentuk hubungan yang lebih erat antara satu dengan yang lain, saling menghargai, saling menolong, saling memberi dukungan, saling memberi informasi dan saling nasehat menasehati tentang iman dan taqwa. Maka dengan ukhuwa Islamiah seperti itu umat Islam akan menjadi kuat dan tangguh, juga dapat menambah kesejhateraan dan keselamatan bersama dan bahkan akan ditakuti oleh orang-orang yang memusuhi Islam itu sendiri. Tanpa Ukhuwa Islamiah maka kekuatan Umat islam itu hanya omong kosong belaka dan bahkan akan hancur lebur, akan banyak terjadi perselisihan dan perpecahan dikalangan umat Islam itu sendiri, padahal Allah Azza wajalla sangat melarang kita umat Islam itu terpecah-belah dan bercerai berai : وَاعْتَصِمُوْابِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًاوَّلاَتَفَرَقُوْا "Dan berpegang teguhlah kamu dengan agama...