TAFSIR IBNU KATSIER TENTANG AYAT KE 7 SURAT ALI IMRAN BAGIAN 2

Paham Al Khawarij tumbuh dan menemui bentuknya sebagai sekte di masa khilafat Saiyidina Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini berperang melawan pengikut imam Ali disuatu tempat yang bernama Annahrawan. Kemudian golongan Al Khawarij ini berkembang menjadi sekte-sekte dan paham-paham yang beraneka ragam, seperti "Al Qadariah", "Al Mu'tazilah", "Al Jamiah" dan lain-lain sekte dan bid'ah, sesuai dengan sabda Rasulullah Salallahu alaihi wasalam :

وَسَتَفْتِرَقُ هَذِهِ الاُمَّةُعَلىَ ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فَرْقَةًكُلُّهَافِى النَّارِاِلَّاوَاحِدَقً تَالُواوَمَاهُم يَآرَسُولَ آللَّهِ؟ قَالَ: مَنْ كَانَ عَلَيْهِ وَاَصْحَابِى

"Akan terpecahlah umat ini menjadi tujuh puluh tiga sekte yang kesemuanya akan masuk neraka, kecuali satu." Bertanya para sahabat, siapakah yang satu itu wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, "Ialah mereka yang ada dijalanku dan dijalan sahabat-sahabatku." (HR Al Hakim)
Ibnu Abbas r.a berkata dalam hubungan tafsir ayat yang ketujuh ini ada empat macam tafsir, yaitu : Pertama : Tafsir yang tiada uzur bagi seseorang untuk memahaminya
            kedua    : Tafsir yang hanya diketahui oleh orang Arab karena logatnya
           ketiga     : Tafsir yang hanya diketahui oleh orang-orang yang mendalam ilmunya dan
           keempat : Tafsir yang hanya diketahui oleh Allah swt semata

Berkata Abi Malik Al 'Asari bahwa ia mendengar Rasulullah Salallahu alaihi wasalam bersabda:

لاَاَخَفُ عَلَ اُمَّتِى اِلاَّثَلَاثَخِلَالٍ:اَنْيَكْثُرَلَهُمُ المَاكُ فَيَتَحَاسَدُوفَيَقْتَتِلُواوَاَنْ يُفْتَحَ لَهُمُ الكِتَابُ فَيَأخُذَهُ المُؤْمِنُ يَبْتَغِى تَأْوِيْلَهُ(وَمَايَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ اِلاَّآللَّهُ وَالرَّاسِخُونَفِى العِلْمِ يَقُولُونَآمَنَّابَهُ) وَاَنْيَزْدَادَعِلْمُهُمْ نَيُضَيِعُّوهُ وَلَايَسْأَلُونَ عَنْهُ

"Aku tidak mengkhawtirkan atas umatku kecuali tiga perkara: Harta yang banyak yang menjadikan mereka saling beriri hati yang satu terhadap yang lain, saling membunuh dan Terbukanya Alquran bagi mereka, sehingga seorang mukmin dengan mudah hendak menafsirkanya dan mentakwilkannya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata "Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat" dan bertambah ilmu mereka lalu ditinggalkanya dan tidak diperdulikannya."
Berkata Ibnu Aash bahwa Rasulullah saw bersabda :

اِنَّ القُرْآنَ لَمْ يَنْزِلْ لِيُكَذِِّبَ بَعْضُهُ بَعْضًافَمَاعَرَفْتُمْ مِنْهُ فَعْمَلُوابِهِ وَمَاتَثَابَهَ مِنْهُ فَآمِنُوابِهِ

"Sesungguhnya Alquran tidak diturunkan untuk mendustakan satu sama yang lain (Tidak bertentangan antar ayat yang satu dengan ayat yang lain), Maka amalkanlah apa yang kamu ketahui dan beriman pada yang mutasyabihat."
Para ulama yan sudah mendalam ilmunya tentang Alquran berkata, Kita beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, karena semua ayat-ayat yang mutasyabihat maupun yang muhkamat semuanya dari sisi Tuhan, semuanya haq dan benar, yang satu membenarkan yang lain dan tidak ada yang datang dari sisi Allah yang berbeda dan bertentangan. Firman Allah :

اَفَلَايَتَدَبَرُونَ القُرْآنَ وَلَوْكَنَ مِن عِنْدِغَيْرِآللَّهِ لَوَجَدُوافِيْهِ اخْتِلَافًاكَثِيْرًا

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau sekiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka mendapatkan banyak pertentangan didalamnya."
Dan Firmanya :

وَمَايَذَّكَّرُاِلاَّاُولُواالاَلْبَابِ

"Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal".

Maksudnya orang-orang yang berakal sehat dan mempunyai paham yang lurus yang memikirkan, mengambil pelajaran dan memahami ayat-ayat yang sesuai dengan maksudnya.
Dan Abdullah bin Yazid berkata, menurut riwayat Imam Ibnu Hatim, bahwa Rasulullah saw, ketika ditanya tentang "Arrashikuna fil ilmi" beliau bersabda :

مَنْ بَرَّتْ يَمِيْنُهُ وَصَدَقَلسَانُهُ وَاسْتَقَامَ قَلْبُهُ وَمَنْ عَفَّ بَطْنُهُ وَفَرْجُهُ فَذَلِكَ مِنَ الرَّاسِخِينَ فِ العِلْم

"Orang-orang yang jujur dalam sumpahnya, benar dalam kata-katanya, lurus hatinya dan bersih perut dan kemaluannya adalah termasuk orang yang mendalam ilmunya".
Berkata Amir bin Syuaib (menurut riwayat Imam Ahmad) bahwa ia mendengar Rasulullah Salallahu alaihi wasalam bersabda tatkal beliau mendengar orang-orang berdebat tentang ayat-ayat Alquran :

اِنَمَاهَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِحَذَاضَرَبُواكِتَابَ آللَّهِ بَعْضًهُ بِبَعْضٍ وَاِنَّمَااُنْزِلَ كِتَابُ آللَّهِ لِيُصَدِِّ قَ بَعْضُهُ بَعضًافَلَاتُكَذِبُّوابَعْضَهُ بِبَعْضٍافَمَاعَلِمْتُمْ مِنْهُ فَقُولُوابِهِ وَمَاجَهِلْتُمْ فَكِلُوهُ اِلَى عَالِمِهِ

"Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kamu, karena sikap yang demikian ini; mereka pertentangkan kitab Allah (ayat-ayatnya) satu terhadap yang lain, padahal Allah menurunkan kitabnya satu membenarkan yang lain. maka janganlah kamu mendustakan sebagian dari padanya dengan membenarkan sebagian yang lain. Apa yang kamu ketahui katakanlah dan apa yang tidak kamu ketahui serahkanlah kepada yang mengetahuinya".

Demikianlah Tafsir surat Ali Imran ayat ketujuh ini yang saya nukil dari kitab Terjemah singkat tafsir "IBNU KATSIER" yang diterjemahkan oleh : H Salim Bahreisy dan H Said Bahreisy.
Semoga Artikel singkat ini akan bermanfaat bagi yang membacanya dan terutama bagi diri saya sendiri. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADIAH AMALAN

KEIKHLASAN DALAM BERIBADAH

HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT